" Menyumet " kekayaan potensi Sentul yang Tersembunyi

  • Feb 11, 2026
  • sentulkotablitar
  • wisata & kuliner sentul blitar

Selasa pon, 10 Februari 2026 KIM ( Kelompok Informasi Masyarakat ) Pandawa Sentul Kota Blitar ikut hadir dalam acara ngopi bareng bersama Pak Lurah dengan pelaku wisata wilayah kelurahan Sentul. Hadir dalam acara gayeng tersebut antara lain perwakilan pegiat wisata dalam suasana santai duduk lesehan berkarpet merah dan dan biru antara lain :

  1. Mas Fery Gepeng Ketua Pagutyuban Pemuda Pinggir Kali RW 3, Mas Budiono RT dan kawan 
  2. Wialyah Jurang Sembot hadir Pak Yoyok, Mas Budiono, Mas Yosep, Sugeng dan Pak RT Fela dari sembot tegal
  3. Mas Dana Telo dari Jatimalang
  4. Pak Eko Wihadi, Pak Sekretaris Kelurahan, Pak Mul dan beberapa teman lainya

Dengan suasana santai ngopi beserta ditemani kacang dan gorengan, jagong gayeng dipandu Pak Sekel. Sambutan pemantik korek api atau yang "menyumet" pertama adalah Mbah Lurah yang menggambarkan potensi Sentul. Adanya sekolah sekolah SD Negeri yang siswanya tidak menutup kemungkinan bisa dikolaborasikan untuk kegiatan ekstra dengan para pelaku wisata yang ada di wilayah Sentul. Dimulai dari selatan anda anjungan PIPP, wisata ikan pinggir kali, sentra bubut wilayah jurang sembot, area persawahan, kekayaaan budaya dan event wilayah Jatimalang yang juga tidak kalah dengan potensi budaya dari wilayah lain..

Disambung dengan Bapak Eko Wihadi yang juga sekaligus pegiat wisata asli warga Kelurahan Sentul. Dalam penyampainya pertemuan ini adalah awal dan akan gayung bersambut dengan pertemuan pertemuan berikutnya. "Metani" potensi dan membahas strategi pengembangan dalam jangka pendek , menengah dan kedepan bagaiaman agar lebih tertata dan tentu cuan , yang bisa membawa kesejahteraan warga. Pelaku wisata prinsipnya adalah otak kanan, membuat sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin. "Heleh kok ngono ae , opo yo mungkin" cerita awal awal saat babad kawit wisata di wilayah Puspo Jagad. Hal yang pertama dan pokon menjadi "Koentji" adalah masalah human resources alias eS De eM yang perlu ditingkatkan di lokasi lokasi potensi wilayah Sentul, Sembot dan Jatimalang. Misalnya di wilayah yang layak dikunjungi wisatawan : lingkungannya bersih, tertata rapi, tidak ada jemuran di depan rumah, dan adanya kesadaran wisata, memberikan petunjuk mana lokasi lokasi yang potensial ketika ada pengunjung yang bertanya. " Kita semu boleh bergerak dengan pelan, asal jangan diam ", bertahap diperbaiki satu persatu sehingga layak menjadi destinasi yang ideal untuk dikunjungi.

Sesi berikunya, sambil menikmati aneka gorengan dilanjutnya bercerita masing masing potensi wilayah. Mik yang semula di pegang Pak Sekel mulai berpindah tangan kepada perwakilan peserta. Yang menunjukan komunikasi dua arah yang efektif dan efisien sehingga goal yang diimpikan bisa terwujud dengan seksama dan dalam tempo sesingkat singkata. Eh lek iki naskah Proklamsi, lanjut nggih maklum tasek pemula , dalam dunia dalam berita.

Mas Nanok, atau Pak RT Budiono, kawasan wilayahnya disekitar Taman Sentul wilayah dekat dengan Blumbangsari. Awal awal pengembangan adalah urunan para pemuda disekitar lingkungan tersebut menciptakan suasana agar sadar lingkungan dan merawat lingkungan terutama memanfaatkan aliran sungai. dan hasilnya bisa kita lihat sekarang ini ada wisata ikan di pinggir kali yang bisa dikunjungi setiap saat. Disamping itu ada potensi kali Brantas selatan taman sentul yang rencanya bisa dimanfaatkan untuk tubbing. Dengan kapasitas ikan yang saat ini sudah cukup lumayan banyak, perlu solusi terutama masalah pakan ikan. Dari potensi lain juga sentra kuliner sudah ada dan siap. Hasil pelatihan RT keren kemarin mengembangkan olahan dari kates atau buah pepaya yang ternyata juga sangat potensial.

Dilanjutkan dengan Pak Sugeng yang berada di wilayah Sembot yang merupakan sentra kerajinan bubut kayu. Meliputi kerajinan kendang, gelas kayu dan aneka kerajinan kayu lainya. Mas Budi dan Mas Yosep yang merupakan pengrajin wilayah Gg Kyai Haji Daiman. Mulai dari sentra pembuatan marakas, lumpang, alu dan aneka kerajinan kayu lainya. Dilanjutnkan dengan pak RT Mas Fela yang berada di kawasan Sembot Tegal yang mempunyai sumber saman.

Pemaparan mik berikutnya oleh Mas Dana dengan nama panggung Mas Dana Telo dari jatimalang. Seniman muda berbakat ini sudah banyak prestasi di tingkat provinsi dan nasional dengan menggagas dan mengankat tari lokal terutama wilayah Sentul. Dengan banyak catatan yang sangat penting dan perlu digaris bawahi. Pernah menggagas event "Petik" wilayah Jatimalang , namun kultur dan sambutan warga sekitar kurang support. Namun sudah memberikan nuansa lain pada event event bersih desa terutama wilayah Jatimalang. Sejarah perjalanan seni wilayah kota atau kabupaten sangat mengikuti , mulai era blank blenk, wes pokoke perlu ngopi bareng agar banyak hal bisa dieksekusi bukan hanya planning dan menguap.

Catatan dari Pak Sek, dalam jangka waktu dekat. Gayung bersambut karena tamu dari Puspo Jagad akan ada kunjungan di wilayah MBK, maka potensi potensi di wilayah Sentul akan diassasment terlebih dahulu oleh pihak kelurahan. Mana yang sekiranya layak untuk menerima paket kunjungan tersebut. Dan sekaligus dalam tanda kutip para pegiat, dipaksa sedikit untuk siap ketika para tamu akan mampir dan pinarak di wilayah Sentul.

Kopi paginya masih belum mateng, lanjut di sesi reportase berikutnya. Agar KIM Sentul Kota Blitar makin "MATENG" ( damel pepet, sanes taling ). sego lepat sego liwet, ngapunten menawi lepat, mugi dingapunten