Blitar Menuju 2027: Usung Konsep Kota Berkarakter, Smart Governance, dan Smart Economy

  • Mar 11, 2026
  • sentulkotablitar
  • seputar administrasi publik

BLITAR – Pemerintah Kota Blitar secara resmi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 di Balai Kota Kusumowicitro, Selasa (10/03/2026). Di tengah tantangan pemotongan anggaran yang signifikan, Wali Kota Blitar, H. Santoso (disebut dalam transkrip sebagai Sauhul Muhibin), menegaskan komitmennya untuk membawa Blitar naik kelas menjadi "Kota Masa Depan".

Dalam sambutannya, Wali Kota menyoroti pentingnya perubahan mindset masyarakat dan birokrasi. Dengan keterbatasan sumber daya alam dan akses infrastruktur besar seperti tol atau pelabuhan, Blitar akan berfokus pada kekuatan ekonomi kreatif, jasa, dan perdagangan melalui strategi Smart Economy. Salah satu terobosan yang diunggulkan adalah Blitar Trade Center (BTC) sebagai pusat konsolidasi produk lokal untuk pasar luar daerah dan ekspor.

Selain ekonomi, sektor pendidikan menjadi pilar utama dengan program "Satu KK Satu Sarjana" bagi warga kurang mampu. Pemerintah Kota Blitar meyakini bahwa pendidikan tinggi adalah kunci permanen untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang saat ini sudah berada di atas rata-rata provinsi.


Poin-Poin Penting Musrenbang RKPD 2027

  • Tema Pembangunan: "Kota Berkarakter dengan Smart Governance dan Smart Economy."

  • Kondisi Ekonomi: Laju pertumbuhan ekonomi Kota Blitar berada di angka 5,31%, bersaing ketat dengan rata-rata Jawa Timur (5,33%).

  • Tantangan Anggaran: Terjadi pemotongan anggaran daerah sebesar Rp126 Miliar, yang berdampak pada efisiensi belanja barang, jasa, hingga tunjangan kinerja ASN.

  • Fokus Pendidikan: Kewajiban lulus S1 bagi anak dari keluarga miskin untuk mengubah struktur ekonomi keluarga.

  • Infrastruktur & Lingkungan: Prioritas pada pelayanan dasar (air minum, limbah), Ruang Terbuka Hijau (RTH), serta penurunan emisi gas rumah kaca.

  • Digitalisasi Layanan: Pengembangan Smart Governance melalui sistem aduan cepat (seperti Sapa Mas Wali) dan administrasi elektronik yang terintegrasi.

  • Revitalisasi Ekonomi: Penataan pasar rakyat agar lebih modern (seperti Pasar Legi) dan penguatan ekonomi malam hari (24 jam) untuk meningkatkan daya tarik investasi.