Catatan Airlangga Pribadi : Tan Malaka: Pencipta Konsepsi Republik Indonesia

  • Apr 30, 2025
  • sentulkotablitar
  • literasi

Tan Malaka: Pencipta Konsepsi Republik Indonesia

Kemarin siang saya memenuhi undangan dari sobat saya Bung Willy Aditya dan Bung Jakfar Fauvis di ruang literasi kaliruang untuk mengulas sebuah buku yang melahirkan Republik Indonesia. Naar De Republiek Indonesia karya Tan Malaka. Dihadapan sekitar 100 lebih kaum muda Gen Zi saya dan Bung Hary Prabowo dengan Bung @heru.joniputra berdiskusi 3 jam penuh tentang buku ini dengan penuh antusias.

Setelah sedikit selingan ringan tentang kejombloan Tan Malaka bukan akibat ditolak namun karena kasih tak sampai. Langsung saya gaskeun mengulas buku legend ini. Buat saya ada beberapa hal yang membuat karya ini menjadi masterpiece baik pada masa generasi Tan maupun bahkan tidak terbandingkan kalau diadu sama karya 1000 intelektual Indonesia sekarang.

Pertama, Tan Malaka yang menulis dalam proses pengembaraan revolusioner tidak membawa buku banyak, sehingga dia menyimpan seluruh pengetahuannya dalam memori yang diendapkan dan ditampilkan kembali dengan segar.

Kedua, Tan Malaka menjadi pelopor penulisan pamflet politik yang kuat karena keberhasilannya menghubungkan peristiwa yang berlangsung di Indonesia dengan totalitas sosial yang berlangsung dalam skala dunia, sesuatu yang dalam teori kritis disebut uneven and combined development. Dari kaki-kaki penopang analisis yang kuat, Tan Malaka merumuskan metode perjuangan untuk melahirkan Republik Indonesia!

Ketiga, Tan Malaka merupakan pelopor awal dari analisis struktural berbasis kelas dalam memajukan perjuangan memerdekakan Indonesia. Keempat, Tan Malaka disaat generasinya bertarung soal pentingnya gagasan kemerdekaan Indonesia, Tan Malaka maju melangkah jauh dengan suatu imajinasi berpikir radikal dengan merunuskan program-program konkret seperti apa yang hendak diperjuangkan di dalam Republik Indonesia.

Dalam Naar De Republiek Indonesia, Tan sukses menghadirkan perjuangan politik Republikanisme yang mengambil titik berangkat dari Proposal Politik Bernegara dengan penuh kesadaran,ilmiah dengan semangat kemerdekaan.

Melalui buku ini maka Sukarno, Hatta, Sjahrir dan para penerusnya bediri diatas bahu raksasa Naar De Republik Indonesia dari Tan Malaka