Catatan Pak Kadis DisBudPar Kota Blitar
- Jan 30, 2025
- sentulkotablitar
- seputar sentul creative
Kamis 30 Januari 2025 bertempat di Aula Sasana Praja Kantor Walikota Blitar Kepala Dinas Bapak Edy Wasono menyampaikan beberapa hal dalam acara "Sosialisasi Kalender Event Kota Blitar tahun 2025 dan koordinasi sinergi kepariwisataan. Dihadiri oleh perwakilan hotel yang ada di kota Blitar, pokdarwis, kampung kreatif, perbankan, pengusaha travel dan beberapa undangan lainya. Dalam kesempatan itu di pandu oleh MC Mbak Zefanya dan rencana dihadiri oleh Bapak Sekda Kota Blitar. Catatan kami buat sederhana singkat dan mudah dipahami karena kami berada dalam posisi belakang kursi, terkait diskusi kami tidak sempat mencatat karena mungkin perlu untuk brainstorming lebih mendalam terkait kebijakan kepariwisataan mendatang. Event ini cukup menarik karena peserta diminta untuk memberikan feedback kritik dan saran sekaligus harapan. Dan harapan yang penting adalah feedback dibaca dan ditindaklanjuti. Seiring dengan berjalanya pemaparan banyak saran dan masukan yang hendak kami sampaikan. Dalam tulisan ini kami mencoba untuk mencatat apa yang disampaikan oleh Bapak Kadis. Jika waktu memungkinkan mungkin akan kami lakukan kajian kajian studi kasus beberapa referensi sebagai sebuah studi banding untuk pengembangan pariwisata di kota Blitar lebih baik di masa mendatang
Dan catatan dari Pak Kadis kami mulai dengan urutan nomor pertama :
- Tahun 2025 adalah tahun efisiensi anggaran karena terkait dengan penyesuaian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat dan berpengaruh terhadap program kepariwisataan, ekonomi kreatif dan budaya di Kota Blitar
- Identifikasi Pendataan 17 subsektor ekonomi kreatif berdasarkan KBLI ( Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia )
- Ibudani sebuah aplikasi kepariwisataan , dimana melalui aplikasi ini para pelaku wisata bisa ikut dalam proyek kepariwisataan yang diselenggarakan oleh Pemda
- Berdasarkan kementrian baru dibedakan menjadi tiga kementrian : pariwisata, ekonomi kreatif dan budaya
- Berdasarkan event kalender tahun 2025, dibedakan menjadi beberapa kategori event internasional, event nasional dan event lokal detail jumlah masing masing event ada di kalender event yang telah dibagikan kepada peserta
- Pembuatan paket wisata yang bisa dijual beriringan dengan event kalender atau kunjungan wisata yang sudah ada
- Di Blitar terdapat 15 hotel lebih, membuktikan bahwa investasi di blitar adalah menarik, dengan tingkat hunian di weekend mencapai 70 % - 80%
- Tingkat parkir bus perhari di Kawasan Masjid Ar Rahman Mayangkara sekitar 50 bus perhari
- Payukadi sebagai agen penjualan paket wisata di kota Blitar
- Konsep pengembangan museum PETA : bagian belakang digunakan untuk museum PETA, sisi barat untuk pojok kopi atau jajanan jadul, malam ada kereta mini atau mainan. Pagi sore sebagai jogging track
- Pengembangan museum PETA tidak mungkin menggunakan anggaran untuk saat ini, dana yang bisa diandalkan adalah CSR dari perusahaan yang ada di kota Blitar
- Himbauan untuk keberadaan hotel / resto / cafe agar segera mengurus izin, beberapa sudah mendirikan usaha namun ada beberapa yang belum memiliki izin
- Kawasan mastrip sebagai bentuk menyerupai Malioboro Jogja, bukan saja untuk pedistrian tapi untuk konten bukan untuk pk5
Konsep pariwisatan baru melalui sebuah gambar diusulkan oleh Bapak Kepala Bidang Bapak Herry : jalur provinsi, jalur kota, makam Bung Karno dll
Saran dan imajinasi kami
Studi literasi tentang Blitar sangat penting bila dirunut kebelakang era Majapahit mempunyai ketertarikan untuk membangun Candi Palah di Blitar, mengapa memilih di Blitar? penggalian literasi ini penting sebagai pijakan pengembangan pariwisata. Padahal secara lokasi di kawasan Blitar ada tantangan alam yakni berada di lereng kaki gunung kelud. Beberapa literasi yang pernah kami baca beberapa alasan didirikan candi Palah sebagai tempat untuk edukasi, semedi dan tentunya menikmati pemandangan alam saat itu yang masih asri
Era Diponegoro juga menjadi tempat strategis untuk bersembunyi dari pengejaran Belanda dan juga menciptakan kesenian baru seperti reog bulkiyo, rampogan macan dan lain lain. Pembagian pemerintahaan menjadi dua era awal tahun 1900 an membuktikan bahwa dengan wilayah lebih kecil ini Kota Blitar mampu untuk menjadi sebuah wilayah yang berkembang.
Rekomendasi :
- Belajar dari pengembangan pariwisata di Banyuwangi
- Samsara iving museum Bali
- Pengembangan ekonomi kreatif dari ICCN berjejaring dengan kota kota kreatif seluruh Indonesia
- Mendatangkan Handoko Hendroyono dan pakar branding Pak Subianto
Pengembangan pariwisata hendaknya tidak hanya melibatkan orang orang yang sudah dekat dengan instasi, tidak ada salahnya jika mengajak semua element kreatif mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan dan praktisi yang sudah berhasil mengembangkan wilayah. Bukan hanya sekedar mengejar proyek pengembangan hanya untuk kalangan tertentu.