Kendang Djembe Khas Blitar Iringi Sidang Pleno Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2024
- Sep 24, 2024
- sentulblitar.id
- seputar sentul creative

Surabaya – Dalam suasana hangat dan penuh semangat demokrasi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan sidang pleno untuk pengundian nomor urut calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilgub Jawa Timur 2024. Acara yang berlangsung pada hari ini di Surabaya mendapat sentuhan budaya unik, yakni kehadiran kendang djembe khas Blitar yang turut memeriahkan suasana dengan alunan musiknya.
Tetabuhan kendang djembe bukan sekadar hiasan suara, melainkan bagian penting dalam menyambut masing-masing pasangan calon menuju ruang rapat pleno. Alat musik tradisional ini dimainkan dengan penuh khidmat, membawa nuansa lokal yang khas dari Kota Blitar ke panggung politik Jawa Timur. Diplomasi bunyi ini menjadi simbol perdamaian dan semangat kompetisi sehat yang ingin dijaga dalam iklim demokrasi di Jawa Timur.
Dalam rangkaian acara tersebut, setiap pasangan calon gubernur diiringi dentuman kendang djembe yang menggema di seluruh ruangan, mengiringi langkah mereka menuju tahapan penting dalam proses demokrasi. Musik ini menjadi penanda bahwa Pilgub bukan hanya sekadar ajang politik, tetapi juga ruang untuk merawat kebudayaan lokal dan menjaga keharmonisan di tengah persaingan politik yang ketat.
Kendang djembe dari Blitar kini semakin dikenal dan diakui perannya dalam berbagai kesempatan besar, termasuk dalam acara penting seperti sidang pleno KPU ini. Musiknya yang dinamis dan penuh ritme diharapkan mampu menggaungkan pesan perdamaian dan ajakan untuk berkompetisi secara sehat, sesuai dengan nilai-nilai demokrasi yang dijunjung tinggi.
Setelah melalui rangkaian acara yang dipenuhi oleh gemuruh musik kendang djembe, sidang pleno menetapkan nomor urut bagi masing-masing pasangan calon. Ibu Luluk memperoleh nomor urut 1, diikuti oleh Ibu Khofifah dengan nomor urut 2, dan Bu Risma mendapat nomor urut 3. Ketiga pasangan calon ini akan bertarung dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2024 mendatang dengan membawa visi dan misi masing-masing untuk masa depan provinsi ini.
Kehadiran kendang djembe dalam sidang pleno ini bukan hanya mengiringi langkah para calon gubernur, tetapi juga menjadi simbol penting tentang bagaimana budaya lokal bisa berperan aktif dalam merawat dan memperkuat demokrasi. Semoga semangat yang dibawa oleh musik kendang djembe dapat terus menjadi pengingat bagi semua pihak untuk selalu menjaga etika dalam berkompetisi, sehingga proses demokrasi berjalan dengan damai dan penuh kedewasaan.
Blitar, sebagai kota yang dikenal dengan kekayaan budayanya, kembali menunjukkan eksistensinya dalam ranah politik melalui diplomasi budaya. Dengan hadirnya kendang djembe, Blitar seakan berbicara lantang, mengajak seluruh peserta dan pendukung untuk mengedepankan persatuan dan keharmonisan, meskipun di tengah persaingan yang panas dalam ajang Pilgub 2024