Kiprah dan Jasa Raden Kartowibowo
- Apr 23, 2025
- sentulkotablitar
- literasi
Raden Kartowibowo adalah sosok bangsawan Jawa keturunan Keraton Mataram yang lahir di Tulungagung pada tahun 1885 dan merupakan keponakan dari Soekeni Sosrodihardjo, ayah Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno (Bung Karno). Ia dikenal sebagai seorang local genius, pendobrak tradisi, dan pahlawan pendidikan yang berpengaruh besar di Blitar dan sekitarnya.
Kiprah dan Jasa Raden Kartowibowo
Ahli Pertanian dan Penulis
Setelah menempuh pendidikan di OSVIA dan melanjutkan ke Sekolah Tinggi Pertanian di Bogor hingga tahun 1905, Kartowibowo meraih kompetensi sebagai ahli pertanian. Ia pernah menerbitkan buku berjudul Mardi Tani pada tahun 1919 yang menjadi diktat penting dalam pendidikan pertanian pada masa pemerintahan Belanda.
Guru dan Pahlawan Pendidikan
Kariernya sebagai pegawai negeri Hindia Belanda membawanya bertugas di berbagai kota seperti Jombang, Tulungagung, Mojokerto, Nganjuk, Madiun, Kediri, Semarang, Salatiga, dan Blitar12. Namun titik balik kariernya adalah saat bertugas di Blitar, di mana ia beralih dari tugas pertanian menjadi guru di Noormalschool (sekolah guru) yang juga menjadi tempat tugas ayah Bung Karno.
Kartowibowo mendirikan sekolah swasta pertama di Blitar bernama Particulire Hollans Indise School (PHIS) Mardi Siswo, yang mengusung kurikulum lokal untuk mendidik anak-anak bumiputra yang tidak diterima di HIS (Hogere Inlandsche School) milik pemerintah kolonial Belanda. Sekolah ini menjadi solusi atas kegagalan banyak murid sekolah dasar di Blitar melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi karena sistem pendidikan kolonial yang diskriminatif. PHIS Mardi Siswo mendapat dukungan dari Bupati Blitar dan berhasil mencerdaskan rakyat pribumi yang termarginalkan oleh sistem pendidikan kolonial.
Penggali Sejarah Lokal
Selain di bidang pertanian dan pendidikan, Kartowibowo juga dikenal sebagai tokoh penggali sejarah lokal. Ia menulis beberapa buku penting seperti Arijo Blitar, Matjan Malihan, dan Bakda Mawi Rampog yang menjadi artefak sejarah lokal yang bernilai tinggi. Dalam karyanya, ia mematahkan mitos dan legenda sejarah Blitar dengan fakta dan bukti otentik, seperti posisi pusat pemerintahan Balitar terdahulu dan sejarah tokoh-tokoh penting di daerah tersebut4.
Penghargaan dan Warisan
Atas jasa-jasanya, Pemerintah Kabupaten Blitar memberikan penghargaan Achievement Award Blitar Land of Kings kepada Raden Kartowibowo pada peringatan Hari Jadi ke-699 Blitar pada 5 Agustus 20231. Makamnya yang berada di Pasarean Pangeranan Blitar juga menunjukkan penghormatan tinggi, meskipun ia bukan pemimpin daerah seperti bupati atau wedana, makamnya berdampingan dengan para pejabat dan tokoh besar lainnya serta memiliki ornamen gaya Keraton Mataram yang megah1.
Wisma Kartowibowo
Di Blitar, Kartowibowo membangun rumah megah bergaya joglo di Jalan Kalimantan, Kecamatan Sananwetan yang dikenal sebagai Wisma Kartowibowo. Rumah ini menjadi saksi bisu perjuangan dan kiprah Kartowibowo sebagai pahlawan pendidikan dan ahli pertanian di Blitar.
Raden Kartowibowo adalah figur yang luar biasa, bukan hanya sebagai bangsawan, tetapi sebagai inovator pendidikan dan pelestari sejarah yang membawa perubahan signifikan di Blitar pada masa kolonial. Ia berhasil membuka jalan bagi pendidikan pribumi yang lebih inklusif dan mencatat sejarah lokal dengan cara yang ilmiah dan faktual, menjadikannya pahlawan lokal yang patut dikenang dan dihormati.