Mbah Bud pengrajin kayu sekaligus aktivis lingkungan

  • Oct 16, 2025
  • sentulkotablitar
  • wisata & kuliner sentul blitar

Sentul, Kota Blitar - Di tengah hiruk pikuk modernisasi, Budi Satriyo, seorang pengrajin kayu dari Sentul, Kota Blitar, mengukir jejaknya sendiri. Tak hanya dikenal lihai mengubah kayu menjadi karya seni bernilai tinggi, ia juga merupakan seorang aktivis lingkungan yang gigih. Dari tangannya yang terampil, lahir ribuan marakas telur kayu yang merambah pasar seni di berbagai kota besar, membawa serta pesan kelestarian alam.

Berlokasi di sebuah bengkel sederhana di Jalan Ir. Soekarno, Gg. Kyai Haji Daiman RT 3 RW 5, Kelurahan Sentul, Budi bersama enam orang karyawan lepasnya mampu memproduksi hingga 5.000 buah kerajinan kayu setiap bulannya. Produk utamanya, marakas telur kayu, telah menjadi primadona di kalangan pecinta seni dan musik di Yogyakarta, Bali, dan Solo. Tak hanya itu, aneka kerajinan kayu lainnya juga turut diproduksi, menunjukkan kekayaan kreativitas yang ia miliki.

Dengan omzet bulanan yang mencapai Rp20 juta, usaha yang dirintis Budi Satriyo ini tidak hanya menjadi sumber penghidupan bagi dirinya dan para pekerjanya, tetapi juga menjadi bukti bahwa produk kerajinan lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Setiap produk yang dihasilkan merupakan perpaduan antara kehalusan garapan tangan dan kualitas bahan baku pilihan, menjadikan setiap karyanya unik dan otentik.

Namun, di balik kesuksesannya sebagai pengrajin, Budi Satriyo menyimpan kepedulian yang mendalam terhadap lingkungan. Ia sadar betul bahwa profesinya sebagai pengrajin kayu sangat bergantung pada kelestarian alam. Oleh karena itu, ia aktif mengkampanyekan praktik penebangan pohon yang bertanggung jawab dan turut serta dalam berbagai kegiatan reboisasi di sekitar Blitar. Baginya, mengambil dari alam harus diimbangi dengan upaya untuk memberi kembali.

Kisah Budi Satriyo adalah cerminan dari harmoni antara seni, ekonomi, dan kelestarian lingkungan. Ia membuktikan bahwa semangat wirausaha dapat berjalan seiring dengan kecintaan terhadap alam. Dari sebuah gang kecil di Sentul, Blitar, Budi Satriyo telah menginspirasi banyak orang bahwa setiap karya tangan dapat menjadi medium untuk menyuarakan pesan kebaikan bagi bumi.