Perlunya Intervensi yang integratif Untuk Penanganan Stunting di Kelurahan Sentul Kota Blitar
- Sep 25, 2023
- kimpandawa
- kesehatan
Perlunya Intervensi yang Integratif Untuk Penanganan Stunting di Kelurahan Sentul Kota Blitar
Mas Lurah atau Pak Lurah Sentul Bapak Siswa Adi Purnama mengungkapkan hal tersbut dalam rembug stunting di kelurahan Sentul Kota Blitar. Kegiatan ini dilakukan pada hari Jumat 22 September 2023 jam 13.00 WIB di Balai Kelurahan Sentul Kota Blitar. Hadir pada saat itu Bapak Lurah, Dinas Kesehatan Kota Blitar, Kader posyandu lansia, kader posyandu Balita, Ketua RT, Bidan Puskesmas Kepanjen Kidul, Ahli Gizi Puskesmas Kepanjen Kidul, PKK dan beberapa tamu undangan lainya.
Data di Jatim berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan menunjukkan angka prevalensi sebesar 19,2% pada tahun 2022, angka ini dibawah 20% yang menjadi standar World Health Organization (WHO). Sedangkan Kota Blitar menurut hasil SSGI, angka stunting di Kota Blitar dari tahun 2021 hingga tahun 2022 berhasil turun hingga 12.8%. SSGI sendiri merupakan survei berskala nasional yang dilakukan untuk mengetahui perkembangan status gizi balita (stunting, wasting, dan underweight) tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.
Ada banyak faktor yang menyebabkan stunting misalnya diantaranya :
- sanitasi
- asupan gizi anak
- proses kelahiran
- SDM
Maka dari itu perlu intervensi yang integratif untuk menangani kasus stunting di Kelurahan Sentul. Akses data stunting juga sangat perlu diupdate agar semua pihak yang bekepentingan bisa segera memberikan alternatif intervensi solusi. Mengingat selama ini ini akses data jumlah stunting anak belum banyak yang bisa memperoleh data tersebut. Dengan adanya kolaborasi dengan berbagai pihak yang berkepentingan maka akan memberikan solusi. Ayo kita berencana sebelum terjadi bencana.
Beberapa persoalan yang terjadi di masyarakat
- Memiliki Keluarga Stunting tetapi tidak menerima bantuan asupan gizi dari puskesmas. Ada sebuah keluarga yang memiliki anggota keluarga yang stunting. Karena berdasarkan kondisi ekonomi merupakan keluarga yang mampu. Maka dengan alasan gengsi atau mampu tidak mau menerima bantuan asupan gizi dari puskesmas. Karena tidak pantas untuk menerima bantuan tersebut
- Ada keluarga yang salah satu anggota keluarganya stunting, dan mendapatkan rujukan hingga rumah sakit. dan masih perlu bantuan dari berbagai pihak terutama untuk pengadaan sepatu terapi untuk anak
- Aplikasi Elsimil yang merupakan pendukung untuk pencegahan stunting perlu di aktifkan dan digalakan. Agar pasangan muda yang berencana menikah benar benar dalam kondisi sehat
- Dengan keberadaan alat antropometri semoga bisa meningkatkan keakurasian data dalam pengukuran tinggi dan berat badan anak
- Penggalaan makan telur terutama untuk anak usia remaja